perbedaan aed dan defibrillator

Mengenal Perbedaan AED & Defibrillator

Perbedaan AED dan Defibrilator Manual sebenarnya sudah cukup jelas. Namun demikian bagi sebagian orang yang belum begitu paham dengan alat ini, masih sedikit membutuhkan informasi yang lebih detail. Oleh sebab itu, kali ini kita akan mencoba untuk mengulas informasi tentang beberapa hal yang membedakan antara AED dan Defibrillator Manual.

Untuk anda yang ingin mengetahui dan mempelajari secara detail tentang alat Defibrillator, ada baiknya anda baca postingan terdahulu tentang alat ini mulai dari pengertian defibrillator dan juga informasi penting terkait jenis – jenis defibrillator. Dari situ, kita sudah sedikit mengenal beberapa perbedaan yang ada pada dua perangkat keselamatan yang satu ini.

Agar mudah untuk mengetahui dimana letak perbedaa AED dan Defibrillator manual, kita mulai bahasan ini dengan menguliti masing – masing dari kedua macam jenis perangkat defibrillator ini. Dari sini nanti kita akan lebih mudah membedakannya secara gamblang.

AED (Automatic External Defibrillator)

Automatic External Defibrillator atau AED dalam bahasa kita yang mudah adalah Defibrillator Eksternal Otomatis. Yaitu sebuah, perangkat alat kejut jantung (defibrillator) yang bekerja dari luar dengan cara memberikan kejutan listrik pada jantung dengan menggunakan sistem otomatis. Berikut ini beberapa opsi yang bisa kita list dari kebanyakan alat AED.

  • Memiliki desain yang portable. Ringan, simpel dan mudah dibawa
  • Hampir sebagian besar tidak disertai layar monitor
  • Sistem deteksi dan analisa irama jantung dilakukan secara otomatis
  • Sistem pemberian kejutan dilakukan dengan otomatis atau semi otomatis
  • Jenis elektroda yang digunakan berupa elektroda rekat (Pads)
  • Elektroda yang digunakan bersifat disposable (sekali pakai) dan memiliki umur simpan dalam waktu tertentu
  • Power input sepenuhnya menggunakan baterai
  • Dilengkapi dengan sistem protokol suara yang memberikan arahan (panduan) pada pengguna
  • Menggunakan teknologi gelombang Biphasic (AED) pada masa sekarang
  • Pemilihan energi (seleksi energi) dilakukan oleh sistem secara otomatis
  • Dirancang untuk penggunaan di lapangan (di luar )
  • Dibuat secara khusus untuk penggunaan secara umum (bukan hanya tenaga medis)

Untuk tahu perbedaan AED dan Defibrillator kita juga harus mengenal lebih mendetail seluk – beluk defibrillator manual atau defibrillator monitor. Berikut beberapa hal yang ada pada jenis defibrillator manual.

Defibrillator Manual

Disebut dengan istilah Manual Defibrillator atau defibrillator manual tentunya karena ada sesuatu yang bersifat manual. Ya, memang benar, titik point yang paling penting dalam perangkat ini adalah sistem kerja manual dalam pemilihan energi dan juga analisa irama jantung. Berikut beberapa opsi tentang defibrillator manual.

  • Memiliki desain yang sedikit tidak portable, cukup berat dan sedikit lebih gemuk dibandingkan AED
  • Dilengkapi dengan layar monitor, dan juga printer pada sebagian jenis
  • Sebagian memiliki dua mode, yakni mode manual dan otomatis. Jadi dapat juga berfungsi sebagai AED
  • Sistem analisa irama jantung dilakukan secara manual dengan melihat grafik EKG pada layar monitor
  • Pemilihan Energi dan pemberian kejutan juga dilakukan secara manual oleh penggunanya
  • Elektroda yang digunakan berupa Padle dan tidak bersifat sekali pakai
  • Dirancang dan dibuat secara umum untuk para tenaga medis yang berpengalaman dan terlatih dalam analisa irama jantung
  • Spesifikasi penggunaan di dalam ruangan (di rumah sakit) atau di ambulance
  • Dapat dioperasikan menggunakan baterai atau dengan listrik PLN (mode pengisian baterai)
  • Hampir semua perangkat menggunakan teknologi gelombang Biphasic

Perbedaan AED dan Defibrilator

Nah, sekarang kita sudah mengetahui secara detail tentang dua jenis alat kejut jantung (defibrillator) tersebut. Dan apabila kita simpulkan, memang terdapat beberapa perbedaan yang sangat jelas diantara keduanya. Berikut perbedaanya.

  • Sistem seleksi energi (pemilihan energi) yang akan digunakan untuk defibrilasi
  • Pemberian kejutan listrik
  • Elektroda yang digunakan
  • Ada tidaknya layar monitor
  • Penggunaan baterai dan tegangan listrik PLN
  • Spesifikasi penggunaan dan juga lingkungan penggunaan
  • Sistem analisa irama jantung

Itulah beberapa perbedaan yang sangat jelas dan signifikan terkait dua macam jenis alat defibrillator. AED yang bersifat otomatis dan defibrillator manual yang secara umum bersifat manual. Sekian, semoga bermanfaat !

Baca juga : Tips maintenance alat defibrillator & AED

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!