perbedaan biphasic dan monophasic

Mengenal Defibrillator Biphasic Dan Monophasic

Sejak penemuan alat Defibrillator dan AED, hingga sekarang telah mengalami berbagai macam penyempurnaan dan perkembangan yang berarti. Salah satunya adalah teknologi gelombang listrik yang digunakan. Orang sering menyebutnya dengan Monophasic dan Biphasic. Apa itu monophasic dan apa itu Biphasic ? Sebaiknya anda mengetahuinya. Untuk itu, silahkan lanjutkan membaca artikel ini hingga akhir.

Mengenal Gelombang Listrik Dalam Alat Defibrillator

Pada bahasan yang lalu sudah kita ketahui tentang cara kerja alat defibrillator. Bahwasanya gelombang listrik yang dikirimkan pada jantung dalam kadar tertentu dapat mempengaruhi atau menghentikan fibrilasi yang terjadi pada jantung dan membuat jantung kembali berdenyut dengan irama yang normal.

Gelombang listrik tersebut dapat kita gambarkan sebagaimana gelombang listrik pada umumnya. Pada awal penemuannya defibrillator menggunakan arus listrik AC yang merupakan grafik sinus. Sekarang ini defibrillator sudah menggunakan teknologi arus DC yang dilengkapi dengan inverter sehingga lebih praktis dan ringan. Pada intinya Energi listrik yang diberikan melalui alat defibrillator merupakan gelombag yang dapat digambarkan.

Monophasic

Apa yang dimaksud dengan gelombang monophasic dalam alat defibrillator ? Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat gambar ilustrasi gelombang monophasic di bawah ini :

https://www.aedsuperstore.com/

Pada awal ditemukannya, semua defibrillator menggunakan sistem gelombang monophasic. Hal ini membuat alat defibrillator dari ukuran fisik menjadi lebih besar, karena untuk dapat mencapai keberhasilan defibrillasi harus menggunakan energi yang lebih besar. Lebih dari itu, kejutan gelombang monophasic terjadi hanya sekali dari elektroda yang satu menuju elektroda yang lain.

Biphasic

Gelombang Biphasic pada alat defibrillator merupakan pengembangan dari gelombang monophasic yang sudah digunakan sebelumnya. Dalam sekali kejutan pada defibrillator Biphasic, arus berjalan dua kali. Tahap pertama (Fase pertama), defibrillator bekerja sebagaimana defibrillator monophasic bekerja yakni dari satu elektroda ke elektroda yang lain, namun tidak berhenti sampai disitu. Ada fase yang kedua yakni gelombang berbalik menuju ke elektroda asalnya. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat gambar di bawah ini :

https://www.aedsuperstore.com/

Dari gambar tersebut kita melihat jelas perbedaan antara biphasic dan monophasic pada alat defibrillator.

Perbedaan Biphasic Dan Monophasic Lainnya

Apakah ada perbedaan dari sisi lain selain dari gambar gelombang yang dihasilkan dari dua jenis tersebut ? Tentu saja. Teknologi gelombang biphasic memiliki efektifitas dan efeisiensi yang tinggi. Hal ini karena Jumlah Energi yang dibutuhkan dalam sekali kejutan pada defib monophasic dapat ditempuh dengan setengah energi jika dilaukan dengan defibrillator Biphasic.

Selain itu dari sisi impedansi pasien yang memiliki pengaruh terhadap keberhasilan proses defibrilasi karena hasil penelitian menunjukan tekonologi ini dapat menyesuaikan impedansi pasien. Berikutnya yang tidak kalah penting adalah resiko kerusakan organ lebih kecil, karena hanya dengan energi yang lebih rendah dibandingkan menggunakan gelombang monophasic.

Nah, sudah kita ketahui sedikit tentang perbedaan gelombang biphasic dan monophasic pada alat defibrillator. Dari sini kita mengetahui mengapa hampir seluruh alat defibrillator ataupun AED yang ada sekarang ini menggunakan teknologi gelombang Biphasic. Salah satunya karena Efektifitas, Efisiensi dan juga Hemat Energi.

Untuk anda yang sedang membutuhkan perangkat defibrillator, anda bisa cek katalog defibrillator & AED di toko kami dari berbagai brand terkemuka di dunia. Apabila anda masih sedikit bingung menentukan pilihan anda, ada baiknya anda bisa baca tips membeli alat defibrillator agar sesuai dengan kebutuhan. Sekian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!